Thursday, December 10, 2015

Elementary / SD Highscope Rancamaya

Aloha semua. Sudah lama gak ngeblog-ria. Rasanya canggung banget mau nulis apa. Tapi karena banyak request untuk menjelaskan SD di Highscope Rancamaya yang emang panjang banget kalo harus dijelaskan, akhirnya gue putuskan untuk menjelaskan di blog gue aja ya. Jadi kalo ada yang mau nanya - nanya or penasaran seperti apakah SD di kami. Langsung aja ceki2 ke sini.

Oh ya, selain itu beberapa hari yang lalu ada seorang parent yang baru saja join bilang sama gue gini " Miss, banyak loh yang belum pernah denger Highscope di Bogor. Mungkin ada sih tapi pada ga tau Highscope itu seperti ini (jadi inget postingan pertama gue ttg Highscope. Gue juga ngomong hal yang sama.. heuheue). Saya aja dulu nyari - nyari sekolah yang seperti ini ga pernah tau ada Highscope. Saya baru tahu dari temen saya baru - baru ini. Padahal banyak loh orang tua yang kriteria sekolah yang dicari itu seperti Highscope"
Semakin termotivasilah gue untuk ngeblog tentang elementary ini.

KURIKULUM

Seperti apakah kurikulum di HS? Jadi kurikulum SD di Highscope ini menggunakan kurikulum DIKNAS namun metode yang digunakan adalah HIGHSCOPE. Gimana maksudnya? DIKNAS ini hanya sebagai panduan untuk kurikulum kami. Jadi semisal kurikulum kelas 1 SD di Diknas harus menguasai pertambahan 2 angka, begitu juga di kami atau kelas 1 temanya panca indera, begitu juga pelajaran di Science akan berbicara tentang panca indera. Namun yang membedakan, kami tidak memakai buku paket yang biasa digunakan di sekolah2. Guru - guru biasanya menggunakan buku - buku hanya sebagai referensi dan buku - buku yang digunakan juga tidak hanya berasal dari 1 sumber. Jadi ada list rekomendasi buku dari tim kurikulum Highscope pusat yang bisa digunakan. Sumber referensi juga tidak hanya diambil dari buku. Namun bisa juga dari internet (tentunya sumber2 terpercaya).

Lalu yang diajarkan oleh guru - guru bukanlah teori. Gue pernah denger kalo sekolah lain bahkan ada yang menggunakan mind map untuk menghapal isi buku. Sebenernya apa yang ada di buku maupun teori, bisa dipelajari langsung oleh anak itu sendiri atau bahkan tinggal kita ketik dan munculah di google apa yang kita ingin tahu, Jadi apa gunanya guru? Guru di Highscope justru bertugas mengajarkan konsep kepada anak - anak. Bagaimana caranya? Melalui project. Project yang diberikan ini bisa berbentuk macam - macam dan project ini guru  yang akan membuatnya sendiri. Jadi guru akan memberikan assessment terhadap anak untuk mapping anak tersebut kira - kira sudah di level mana. Nanti gurunya akan membuat project sesuai dengan levelnya namun tentunya mengajarkan sesuatu yang baru. Ibarat kita main game, guru ini harus mikirin gimana caranya game ini ga terlalu gampang tapi ga terlalu susah buat si anak. Jadi anak tersebut ga bosen tapi juga ga frustasi karena terlalu susah. Target guru terhadap muridnya adalah anak tersebut bisa mengerti konsep topik yang sedang diajarkan.

Namun kapan bisanya? Ini yang berbeda - beda dari setiap anak. Ada yang cepat ada yang lebih lambat. Mereka ini semua dikelompokkan menjadi kelompok yang masih belum mengerti, sudah mengerti dan yang sudah expert dan butuh level lebih advance. Dalam setiap topik, murid akan dikelompokkan sesuai dengan levelnya dan project yang diberikan akan sesuai dengan levelnya juga.

Setahu gue, sekolah lain ada juga yang buat project2. Tapi project ini bukanlah yang utama, Tapi hanya tambahan aja. Pelajaran utamanya tetep aja MENGHAPAL BUKU dan kalo bisa diibaratkan buku itu adalah hasil makanan yang sudah dicerna orang atau 'muntahan'. Kita bisa menggunakan buku sebagai referensi tapi tidak untuk dihapal mati. Siapa tahu kita bisa menemukan sesuatu yang lebih daripada buku itu.

Jaman sekarang, di dunia pekerjaan orang - orang yang sukses bukanlah orang - orang yang jago ngapalin buku. Tapi orang yang bisa membuat atau menemukan sesuatu yang belom pernah dipikirkan orang lain. Jika dari sekolah aja murid sudah dicekokin hapal mati muntahan orang, bagaimana di dunia kerja nanti?

Kembali ke masalah guru. Kalo di sekolah lain semua sudah tertuang dalam buku atau kurikulum kalo di Highscope kurikulum hanyalah rules dan panduan untuk guru. Bagaimana memainkannya, semua ada di tangan guru. Jadi bener - bener guru itu harus puter otak gimana supaya murid2nya bisa ngerti konsep yang sedang mereka ajarkan. Kalo jaman gue sekolah, guru gampang banget kan kasih tugas or ulangan,. Paling tinggal sebut buka buku halaman sekian dan kerjakan di rumah atau saat ujian, kita tinggal tebak soal mana dari kumpulan2 soal (kisi2) yang akan keluar. Paling kesusahan guru hanya membuat soal yang soal itu bisa tinggal liat buku cetak or bahkan googling kali ya, hueheue


PENILAIAN

Bagaimana penilaian di SD Highscope? Untuk nilai ada 3 kategori yang dapat diberikan guru untuk setiap termnya. Belum bisa, sudah mengerti, dan sudah bisa menerapkan ke dalam kehidupan sehari - hari.  Belum bisa, karena Highscope percaya tidak ada kata tidak bisa atau gagal/failed. Namun hanya ada kata belum. Mereka percaya kalo setiap anak pasti bisa hanya waktunya saja yang berbeda. Mungkin di term ini, anak tersebut belum mengerti. Mungkin di term depan mereka akan mengerti. Nilai yang ke dua adalah sudah bisa. Jika anak hanya mengerti konsepnya, anak tersebut akan masuk ke kategori sudah bisa. Namun belum mendapat nilai tertinggi. Nilai tertinggi adalah sudah bisa menerapkan dalam kehidupan sehari2 yang artinya anak tersebut sudah bisa mengimplementasikan konsep yang dia mengerti ke dalam kehidupan sehari - hari.

Bagaimana cara penilaiannya?

Ada beberapa cara yang dilakukan guru untuk memberikan nilai terhadap murid. Intinya guru tersebut harus mengumpulkan evidence untuk memberikan nilai. Jadi setiap nilai dikumpulkan secara objective bukan subjective. Penilaian yang diambil melalui tes tertulis, presentasi project dan tes tanya jawab secara lisan. Anak yang bisa mengerjakan soal belum tentu sebenernya dia mengerti konsepnya. Bisa jadi hanya hapal mati. Sebagai contoh saat seorang anak bisa menjawab 3x2 belom tentu dia mengerti konsep perkalian. Contoh seorang anak yang benar - benar mengerti konsep perkalian dan dia bisa menghubungkan dengan kehidupan sehari - hari : "Kemarin waktu aku sakit, aku dikasih obat sama dokter. Sehari makan obat 3x masing - masing 2 butir. Jadi sehari aku makan 6 butir obat" . Kurang lebih seperti itu. Kadang hal tersebut dituangkan melalui project dan anak - anak akan menjelaskan menggunakan material. Dari presentasi anak tersebut, guru akan bisa menilai apa anak ini sudah mengerti konsep tersebut.
Selain itu guru juga bisa menilai melalui tanya jawab. Hal ini dilakukan untuk mengkonfirmasi apa benar anak tersebut sudah mengerti. Jadi bener - bener anak ga akan terlewat. Canggih banget kan? hueheue

Principal gue pernah cerita, dulu saat dia kerja di sekolah lain dia pernah kedapetan tugas untuk memberikan tes terhadap calon - calon murid yang mendaftar. Ada seorang murid yang pinter banget. Saat ditanya dia bisa menjawab apa yang ditanyakan. Namun anak ini tidak bisa menjawab soal tertulis. Akhirnya principal gue menerima murid ini karena berpikir nanti pas sekolah juga pasti bisa. Anak ini pinter soalnya. Cuma bermasalah dalam tulisan aja.

Singkat cerita, saat anak ini sekolah anak ini ga bisa bertahan karena sekolah ternyata hanya menilai dari sisi teori dan tes hanya dalam bentuk tulisan. Dari situlah principal gue merasa kecewa dan bertemulah dengan Highscope yang memiliki konsep yang berbeda.

Character Building

Hal ini juga yang gue liat, sepertinya cuma Highscope yang cukup konsisten dalam menerapkan character building. Pernah gue ketemu orang dia cerita kalo dia habis survey ke sebuah sekolah yang menuliskan besar - besar tulisan character building di depan sekolahnya. Saat ditanya bagaimana konsep character building yang diterapkan sekolah tersebut, dijawab pelajaran character building seminggu 2 x dalam sekolah tersebut. Menurut orang yang bercerita ke gue, mana mungkin character building hanya bisa diterapkan 1minggu 2 kali. Semua itu hanya akan menjadi sebuah teori.
Di Highscope sendiri, character building bener2 diterapkan setiap hari dan setiap saat. Setiap pagi di morning meeting, nilai - nilai yang kami sebut habit of empowerment di kupas habis. Lalu selama pelajaran pun akan terus diingatkan dan dipraktekkan. Saat pulang sekolah, anak2 anak menuliskan di buku seperti diary tentang apa yang dipelajari sehari - hari dan character apa yang sudah mereka terapkan hari itu.

Anak - anak diajarkan untuk care sama orang lain, berempati dan menjadikan teman itu bukan sebagai kompetitor tapi teman untuk berkolaborasi. Saat ada yang ga ngerti, anak - anak di encourage untuk saling ngajarin. Saat ada yang melanggar, mereka sama - sama saling mengingatkan. Makanya jangan heran kalo di kelas ga cuma guru yang ngajar. Tetapi anak terbiasa saling ngajarin dan perduli terhadap orang lain.

Oh ya, ada beberapa hal yang unik juga menurut gue ttg Highscope. Jadi 1 kelas isi 2 homeroom teacher itu ternyata berlaku sampai lulus SD. Jadi pengelompokkan yang gue jelaskan tadi akan terus berlaku sampai mereka kelas 6. Makanya kita terus butuh 2 guru. Gue baru tahu ternyata sekolah lain kebanyakan ya cuma 1 guru dalam 1 kelas. Kenapa? Soalnya sifat mengajarnya 1 way. Jadi guru di depan, murid duduk mendengarkan.

PERTANYAAN2

Ada beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan dan gue rangkum aja jadi beberapa.
1. Sertifikat? Highscope mengeluarkan 2 sertifikat. 1 sertifikat dari Diknas yang bisa digunakan untuk meneruskan di sekolah manapun di Indonesia dan sertifikat Highscope yang bisa digunakan untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri

2. Apa bisa melanjutan ke sekolah biasa? Bisa banget ya harusnya. Soalnya kami kan menggunakan kurikulum diknas. Berarti harusnya sama. Kemarin gue sempet denger cerita dari temen gue yang anaknya di Elementary grade 2. Katanya ga sengaja nemu soal ulangan sodaranya yang gradenya sama. Ternyata anak dia tau jawaban - jawabannya. Semua maksud soal itu, anaknya ngerti. Justru setau gue sekolah nasional plus itu ada 2 aliran. Aliran pertama adalah sebenernya dia pake diknas, cuma supaya disebut plus mereka mix dengan buku - buku dari luar negeri. Namun penerapannya tetep aja pake cara diknas, Jadi ujian dan PR tetap segambreng. Alhasil anak - anak harus nelen semua materi dari diknas dan luar negeri. Jadi double yang diapalin. Gue sih ngebayanginnya 2x lipatnya sekolah gue jaman dulu. Sekolah yang paling terkenal di Bogor kala itu lah. heuheuhe.
Aliran kedua adalah sekolah yang full menggunakan kurikulum dari luar negeri. Semisal menggunakan cambridge or IB. Cambridge dan IB itu setau gue cukup berbeda banget dari diknas. Namun karena sekarang peraturan pemerintah sudah tidak boleh ada sekolah internasional, semua sekolah yang menggunakan kurikulum dari luar negeri, tetap harus mengajarkan kurikulum diknas, jadilah banyak sekolah yang hanya sekedar formalitas memasukan sedikit materi diknas. Menurut cerita temen gue yang pernah jadi guru di sekolah seperti itu, rapot dengan fomat dari diknas ya diisi pake kira - kira aja. Nah sekolah yang seperti ini, yang menurut gue justru akan sulit kalo ingin melanjutkan ke sekolah nasional lainnya yang tidak menggunakan kurikulum yang sama. Jadi mungkin kalo sudah pake kurikulum tersebut, sebaiknya sampai SMU tetap pakai kurikulum itu.

3. Bahasa yang digunakan?
Highscope menggunakan Dual Language, berbeda dengan sekolah national plus lain yang menggunakan bilingual. Apa bedanya? Dual language itu adalah saat sekolah menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara bergantian. Jadi di Highscope menggunakan 3 hari full Bahasa Inggris untuk percakapan (saat makan, main, dst) dan 2 hari full bahasa Indonesia. Lain halnya dengan bilingual. JIka bilingual, murid sehari - hari menggunakan bahasa Inggris. Namun ada beberapa pelajaran yang menggunakan bahasa Indonesia.
Kelebihan dual language ini, anak - anak akan bisa berbahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bagaimanapun kita tinggal di Indonesia, setiap anak tentunya harus bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar pula.

Yah kurang lebih seperti itu cerita seputar elementary di Highscope. Jika ada yang mau tanya - tanya lebih dalam bisa langsung email ke highscope.rancamaya@yahoo.com.








Monday, January 19, 2015

Sekolah Highscope Rancamaya - 5 bulan sudah...

Dalam judul, sengaja gue kasih judul Sekolah Highscope Rancamaya supaya buat yang bosen bacain postingan gue tentang sekolah ini, jangan dibaca ya. huehuehue...

5 bulan sudah gue bekerja disini. Sebenernya banyak banget cerita yang pengen gue tulis dari kemaren - kemaren. Tapi apa daya selain sibuk, kadang suka males juga pas mau ketik (alibi). Soalnya seperti alasan - alasan gue sebelumnya, saat ngeblog itu gue membutuhkan waktu khusus yang tenang, sepi, konsentrasi penuh dan tanpa gangguan samsek. Huheuheue.

Apalagi semenjak gue kerja, uda pasti dari pagi - sore full di kantor. Kalo di kantor, ga mungkin gue ngeblog karena di kantor aja isinya ber3. Uda pasti suasana sepi dan tenang tidak mungkin ditemukan, plus kalo gue ngeblog terus di kantor, nanti gue dikasih SP lagi. kikikik...

Selain kerja, sekarang gue uda tinggal sendiri alias ga sama bonyok lagi. Otomatis pekerjaan rumah tangga juga harus dikerjakan.[Ralat] Sedikit pekerjaan rumah tangga maksdnya. Soalnya kalo siang - sore, ada PRT pulang hari yang ngerjain nyuci, sapu, pel. Hehehe... Cuma kalo masak dan ngurusin anak - anak tetap gue sendiri. Biasanya subuh bangun, siapin makanan buat suami abis itu tidur lagi. Tapi entah kenapa pagi ini, gue ga bisa tidur. Keknya ini pertanda gue harus ngeblog. :p

Ceritanya kenapa gue galau dan gak tahan juga akhirnya memutuskan untuk ngeblog, jadi ceritanya beberapa hari ini, gue ga bisa tidur, ga enak makan dan kepala ga bisa berenti mikir. Seandainya bisa tidur pun, tidur gue tuh mikir. Duh ga enak banget deh pokoknya. Kenapa bisa begitu? Beberapa hari yang lalu baru saja terjadi sesuatu di pekerjaan gue yang ga mengenakkan. Kebetulan posisi pekerjaan gue bisa dibilang jembatan antara pihak luar dan pihak dalam. Jadi bila terjadi sesuatu, gue ga mau posisiin 100% internal ataupun sebaliknya. Tapi gue mau mencari win - win solution buat semua pihak. Kalo sampe ada yang memperlakukan tidak adil terhadap sekolah ini, gue merasa sakit banget. Sakitnya tuh disini.. heuheuhe...

Kenapa sakit? Soalnya gue tau sekolah ini bagus banget. Gue tau banget kualitas guru - guru di sekolah ini juga buagus2 banget. Gue dan anak2 gue bahkan keluarga gue saksi hidup bagaimana si guru - guru ini sangat berdedikasi mendidik murid2 mereka bahkan mungkin lebih daripada ke anak - anak mereka sendiri kali ya.. Terutama yang belum punya anak, gue angkat semua jempol deh.

Bahkan ada 1 orang guru di sekolah yang selama ini deket sama Joyce. Gue sebut inisialnya aja ya, biar dia ga numpang terkenal. Hehe.. Namany Ms N. Ga cuma Joyce sih yang deket sama ms N, tapi beberapa murid lainnya yang juga banyak ngefans sama dia. Gak jarang gue melihat pemandangan bagaimana ada beberapa murid yang rebut - rebutan mau ama ms N. Terutama waktu Ms N jadi guru Joyce. Joyce sering banget rebutan sama temennya karena Ms N deket sama orang lain. Bahkan di luar jam sekolah, Ms N ini masih suka ngurus mantan muridnya yang uda gak masuk kelas dia alias ada di kelas sebelah. Mama gue aja sampe terkagum - kagum ama die. Padahal jarang - jarang nyokap gue muji orang. Hehe..

Namun dilain pihak gue juga ga suka kalo ada orangtua yang tidak diperlakukan adil atau merasa dirugikan. So, inilah yang bikin gue stress karena gue terus mikirin gimana caranya agar semua pihak sama - sama tidak dirugikan.

Tapi puji Tuhan, masalah sudah selesai dan gue pun lega, masalah sudah selesai dan gue bisa tidur tenang. Duh, gue cerita ga jelas banget ya. Hehe.. Abis gue ga bisa cerita masalahnya apa. Soalnya kan menyangkut banyak pihak. Pokoknya intinya masalah selesai setelah beberapa hari kegalauan ini.

Tetapi setelah gue renungkan mengenai masalah yang baru saja terjadi, gue jadi banyak sekali belajar hal baru juga gue banyak sekali menyadari hal tentang sekolah ini. Kalo belajar, lebih banyak ke hal teknis sih. Tapi mengenai apa yang gue sadari, ini yang akan gue jelaskan.

Pertama, gue menemukan betapa gue mencintai sekolah ini karena memang sekolah ini bagus. Duh, gue bukan lebay atau melebih2kan ya. Tapi sungguh, gue mengalami sendiri sehingga gue bisa bercerita disini. Kenapa bagus? Gue baru menemukan sejauh ini sekolah di Bogor, tidak ada yang mentraining guru - gurunya sencara intensif. Bahkan sekolah - sekolah mahal sekalipun. Mungkin ada training kilat. Namun, kebanyakan dilakukan secara internal atau hanya kepalanya yang ikut training, nanti guru - guru internal di training sama mereka. Ya pokoknya uda berpindah - pindahlah. Namun kalo di Highscope, guru - guru setiap cabang di training langsung di Jakarta, itupun yang mentraining adalah orang - orang handal yang beberapa di antaranya training di Highscope Amerika sana. Jadi masih cukup fresh lah ya. Setau gue, para trainer itupun selalu mengupdate hal - hal baru dari Amerika sono. Karena Highscope ini kan lembaga riset. Jadi mereka terus melakukan riset dan tentu aja sering muncul penemuan - penemuan baru. Jadi kalo ada penemuan baru dari Amerika, Highscope pusat akan bikin pilot projectnya dulu. Dia akan coba di beberapa kelas, kalau berhasil akan dicoba ke seluruh kelas di pusat, lalu baru dibagikan ke cabang - cabang. Makanya metode kita ga akan mungkin ketinggalan jaman. Selalu baru dengan perkembangan dan perubahan - perubahan yang terjadi di dunia.

Kedua, ada yang bertanya apakah sekolah kami ada audit secara rutin? Jawabannya tentu aja ada dan inilah yang tidak ada di sekolah - sekolah lain. Sekolah kami selalu di audit selama 3 bulan sekali dari Highscope pusat. Jadi kalo ibaratnya mungkin ada yang melenceng dari metode Highscope yang sebenernya, bisa langsung ke detect dan diperbaiki. 3 bulan sekali menurut gue jeda yang cukup banget buat melihat ada yang melenceng atau gak... dan sekali lagi, hal ini tidak gue temukan di sekolah manapun di kota Bogor ini. Gak tau sih ya apa gue belum nemu aja. Jika ada, please let me know. Sapa tau nanti gue mau melanjutkan ke sekolah lain. Sapa tau ya. hueheue...

Ketiga, perangkat report yang merupakan alat perang para guru. Gue ga tau ketentuan sekolah lain dalam membuat report. Soalnya jaman gue sekolah dulu, report book itu hanya dalam bentuk buku yang isinya selembar - selembar tentang nilai per semester atau per cawu. Itupun 1 pelajaran hanya 1 nilai. The end. Gue menemukan kalo di Highscope ini, untuk reportnya cukup kompleks. Namun Highscope uda memperlengkapi guru - guru ini dengan template - template yang sangat lengkap dan memudahkan guru - gurunya untuk mengisi. Jadi walopun di SD, 1 anak terima 1 novel untuk reportnya, guru - guru ini uda punya panduan yang sangat jelas untuk bagaimana mengisi reportnya. Jadi ga mengawang - ngawang ga jelas gitu. Seperti banyak dikeluhkan guru - guru yang mau mengisi raport untuk kurikulum 2013. Gue yakin, mereka pasti blank banget kalo tidak diperlengkapi dengan benar. Soalnya kalo suruh mikir sendiri tanpa template sih, pasti isinya kaya ngisi tugas PPKN alias mengawang - ngawang. Hehehe..

Jangankan untuk yang SD, untuk preschool yang report booknya jauh lebih simple aja, ternyata panduan untuk mengisi report nya itu banyak. Jadi yang dilihat dari si anak itu dari berbagai sisi. Gue pernah jelasin tentang multiple intelligences kan ya. Intinya semua itu nanti di break down lagi. Pokoknya rumit, tapi sebenenya tajam. Hehe

Keempat, gue merasakan dengan metode ini, anak - anak gue semakin mandiri. Jojo sih baru 4 bulan sekolahnya, tapi gue melihat banyak perubahan yang terjadi pada Jojo. Gue sih ga pernah menilai mereka dari uda bisa baca belom, ngitung sampe angka berapa dst2. Duh gue pusing banget kalo ketemu mak - mak pasti saling pamer anaknya uda bisa ngitung sampe berapa, abjad uda apal, ngewarnain uda indah, uda mulai bisa baca dst2. Gue sama sekali ga melihat itu. Walaupun tanpa guru dan gue push, Jojo juga uda mulai bisa mengenal angka, huruf dan uda dapet konsep pertambahan sedikit. Cuma sampe 2 sih. Tapi setidaknya dia dapet konsepnya kalo ada 1 benda di tambah 1 lagi jadi 2. Jadi ga cuma sekedar menghapal, 1 + 1 = 2 yaa.

Berhubung di pagi hari gue ga ada pembantu, otomatis gue harus siap - siap untuk kerja + siapi2in anak untuk sekolah, gue merasa sangat terbantu banget dengan kemandirian mereka. Jadi gue tinggal siapin sarapan, mereka nanti makan sendiri (walo kalo di pagi hari kudu tetep diliatin kalo ga makanan dimain2in), terus abis di mandiin, mereka tinggal gue taro pakaian buat sekolah di kasur, nanti mereka pakai sendiri. Jadi gue bisa mandiin yang 1 lagi. Terus abis itu gue taro kaos kaki dan sepatu di lantai, nanti mereka akan sibuk pake sendiri. Karena mereka baru umur 3 tahun jga kali ya, jadi pake kaos kaki sama sepatunya lama. Tapi keuntungannya, selama mereka pake sepatu,gue bisa siap - siapin diri sendiri buat ke kantor. Jojo juga sibuk pake sepatu. Jadi ga ngegeratak rumah atau berantem deh.  hueheue.. Abis mereka tuh kalo ga ada kegiatan, suka berantem or ngacak - ngacak rumah. HUehuehehe...

Naik mobil juga sendiri, turun juga sendiri. Sampai di sekolah gue berpisah di depan kantor dan mereka menuju ke kelas mereka masing - masing sendiri. Kalo beberapa bulan yang lalu, alamakkk hal itu amat mustahil terjadi di rumah. Yang ada adegan gue lari - lari pakein mereka baju, sepatu dst. Sekarang masih ada sih adegan lari - lari nyuruh mandi or sisirin. Tapi uda mulai berkurang lah ya lumayan. Hueheuhuee...

Mungkin banyak orang yang liat gue memperlakukan anak - anak gue ini seperti orang super cuek dan ga care. Biasa kalo ke supermarket, gue cuma buka pintu, mereka turun sendiri tanpa gue pegangin. Begitu juga kalo naik. Terus kalo lagi jalan - jalan, mereka suka lari - lari ga gue kejar2. Selama jalanannya rumput or emang di tempat bermain. Huehue... Di supermarket juga biasa gue biarin mereka jalan, selama bukan tempat alat pecah. Ya intinya gue ga mau terlalu mengekang mereka. Gue cuma menjelaskan resiko dan aturan main. Kalo mereka langgar ya ada konsekuensi yang harus mereka tanggung. Selain itu, mereka biasanya yang suka bilang "aku mau lakukan sendiri".. Biasa gue ijinkan kalo memang mereka ingin mencoba. Tapi tentunya tetap kita awasin. Saat kita percaya, mereka akan menjadi pribadi yang mandiri dan berani. Kalo kita takut - takutin terus alias kita bantu terus, nanti mereka gak akan pernah berani mencoba apapun.

Oh ya, Jojo baru ulang tahun yang ke 3 bulan lalu. Mereka dapat hadiah sepeda roda 4. huheuhee.. Roda 2 yang kiri kanannya di tambah roda kecil. Cuma butuh 1 hari full, akhirnya mereka lancar. Salut deh ama mereka. Itu dari pagi hingga malam mereka main sepeda. Dari yang ga bisa sama sekali, sampe akhirnya bisa juga ngegoes. Padahal tau sendiri kan Jojo termasuk yang badannya mungil. Di kelas mereka masing - masing aja, Jojo yang badannya paling mungil. Huehuehuee

Kalo sekarang, uda sering main sepeda di taman. Kebetulan depan rumah ada taman cukup gede. Jadi mereka kelilingin itu taman tiap hari. Suka jatoh? sering banget di awal - awal. Ampe lutut uda pada bocel2. Huehueheu... Tapi hal itu ga membuat mereka menyerah. Salut mereka ga pernah nangis karena jatoh dari sepeda. Sayang sekarang lagi musim hujan. Kalo uda ga musim hujan, rencana mau ke sekolah naik sepeda aja. HUehuehue..

Monday, November 17, 2014

Open House Sekolah Highscope Rancamaya

Taraaa... uda lama ga ngeblog saking sibuknya ruarr biasa... Kalo dulunya gue heboh jaga si kembar tanpa PRT dan hari - hari habis buat ngurus mereka, terus pas mereka uda gedean uda mulai santai, sekarang gue harus heboh ngurus anak - anak plus kerja. Rencana kerja maunya sante - sante aja, eh ternyata gue seperti nemu passion hidup gue melalui pekerjaan ini. Walo badan rentek, sibuknya bukan maen, tapi gue sukaaa sama pekerjaan gue. Gue juga cintaaa sama sekolah gue sekarang. Hehuehueheue.. Dari dulu paling anti sama kerjaan sales or marketing karena ujung - ujungnya pasti kudu ngibul sana sini. Eh ternyata sekarang jadi marketing, tapi gue emang suka sekali dengan apa yang gue jual. Gue merasa sekolah ini sangat worth it banget buat diberitahukan pada khalayak ramai. Kecintaan gue malah sama seperti kecintaan gue sama JJ Bride jaman dulu. Dulu tanpa disadari dan direncanakan, gue uda seperti marketing JJ. Tanpa dibayar samsek, dengan tulus gue bisa meladeni capeng2 tanya ini itu bahkan sampai ke curhat masalah hidup sampai tengah malam buta. Bukan karena duit, tapi ya karena emang gue merasa capeng yang memakai bridal tersebut, ya emang beruntung banget. Worth it banget lah pokoknya.

Begitu pula dengan pekerjaan gue yang sekarang. Walo sebenernya mau berapapun yang enroll, ga ngaruh sama gaji gue sekarang ini, tetap aja kayaknya gue kepikiran terus gimana caranya rakyat seantero Bogor ini at least bisa tau metode kita macam apa dan sekolah kita macam apa. Hanya cukup tau dan selanjutnya terserah anda. Hueheuheue...

Bahkan, di saat gue harus heboh menyiapkan acara open house nanti + Jojo gantian sakitnya, yang artinya gue harus bergadang ria selama kurleb uda 3 minggu tapi puji Tuhan gue tetap sehat. Gue inget banget kerjaan pertama gue itu, bisa dibilang jauh lebih santai, plus gue masih single pulak, jajan mulu kerjaannya, eh malah sakit melulu. Minum panadol bisa setiap hari dulu. Tapi sekarang ya gue happy2 aja. Mungkin inilah yang dinamakan passion kali ya.

Ngomong - ngomong masalah open house, sebentar lagi akan ada open house di sekolah Highscope Rancamaya Bogor. Open House ini untuk memperkenalkan metode Highscope itu seperti apa sekaligus ada class trial nya juga. Jadi isi Open House ini ada talkshow yang pembicaranya adalah ibu Antarina itu sendiri. Ibu Antarina ini pendiri Highscope Indonesia. Beliau adalah cucu dari Ki Hajar Dewantara. Jadi emang hatinya pendidikan banget deh. Jaman dulu pertama kali buka, uda pernah di demo sama ibu - ibu sekolahnya karena mereka kepingin dapet raport seperti sekolah lain. Meetingnya gak tanggung - tanggung, sampai jam 2 pagi. Tapi Ibu Antarina tetep keukeuh dengan metode yang dia pakai. Akhirnya hampir setengah dari orangtua sekolah beliau keluar. Padahal kala itu, sekolah Highscope baru berdiri. Jadi bisa dibilang muridnya masih sedikit. Tapi karena bukan money oriented dan emang tujuannya adalah memajukan pendidikan Indonesia, akhirnya Ibu Antarina tetap pada pendiriannya. Sekarang?? Wew,,,,, waiting list kalo mau masuk Sekolah Highscope di situ. Lulusannya juga mantep2. Kemaren baru aja ada yang dapet internship di Microsoft Amrik. Belum wisuda, uda lolos untuk jadi fulltime di Micosoft Amrik. Banyak juga lulusan SMUnya yang lanjut ke Univ negeri macam UI, UGM dan lain2.

Selain ada Ibu Antarina, ada juga Dian Nitami dan Anjasmara yang akan mengisi talkshow tersebut. Mereka berdua adalah orangtua yang anak - anaknya sudah lama sekolah di Highscope. Jadi mereka akan memberi testimony selama sekolah di Highscope,

OPen House ini sebenernya memberikan kesempatan untuk parents yang lagi cari - cari preschool dan SD di Bogor. Kami juga ga mau parents masuk sekolah kami hanya karena gengsi atau fasilitas. Tapi kami ingin parents bener2 tau apa itu metode sekolah kami. Jadi begitu masuk, visi misi orang tua dan pihak sekolah terhadap anak - anaknya itu sama. Jadi orang tua dan guru bisa berkolaborasi dalam mendidik anak - anak ke arah yang sama. Kita tidak mau membuat anak - anak menjadi anak yang mencari nilai, pujian, prestige dll.. Tapi kita mau membentuk anak - anak ini memiliki karakter yang memang mau sukses, mau maju karena memang mereka tahu itu yang terbaik.

Sekilas tentang acara ini :



Sekilas tentang Jojo :

Jojo uda sekolah selama 2,5 bulan di Highscope. Bagaimana perkembangannya? wow, karena emang dari awal ekspektasi gue memang lebih ke karakter dan soft skill, jadi gue merasa banyak sekali perkembangannya. Kalo dari kosakata nambah banyak banget. Secara Jojo kan gak pernah gue ajarin bahasa Inggris samsek. Full Indonesia. Setelah sekolah, uda mulai banyak nambah vocab. Mannernya juga berubah banget. Sekarang tuh Jojo uda mulai mandiri. Kalo sekolah juga gue tinggal depan pintu masuk sekolah doang. Dia akan langsung buka sepatunya sendiri, simpen rak, taro tas di loker, botol minum di kotak dan masuk kelas. Ga pake nangis2 lagi. Yeayy.. 

Uda gitu yang dulunya suka mukul - mukul, sekarang Jojo uda mulai ga suka mukul. Joanne yang selama ini rasa ingin tahunya sangat besar sekali, gue melihat bisa tersalurkan di sekolah. Setiap pulang, gue lihat di lokernya banyak karya - karyanya yang dia buat dalam kelas. Huhauhauhaua.. Inisiatif sendiri semua. Jadi emang murid boleh berkreasi. Imajinasinya luas banget. Tar dia bilang dia buat pesawat, buat kipas or apalah. Pokoknya macem - macem. Kemampuan sosialisasi nya juga meningkat banget. Kalo dulu ga bisa maen bareng orang lain. Suka ngerebut mainan orang dan juga ga mau berbagi. Sekarang uda mulai bisa main bareng. Jadi kalo ada saudara yang main ke rumah, uda bisa dia sibuk ama teman. Kalo Joyce, karena dari awal belom terlalu nyaman di sekolah, jadi belom terlalu terbentuk. Sekarang aslinya baru keluar kata guru2nya. Kalo Joanne, awal - awal uda keluar tuh. Jadi para miss betul - betul kerja keras buat ngarahin Joanne. Tapi sekarang uda aman.. huehuee.. Tinggal 1 anak lagi yang sedang diarahkan. Belom bisa maen sama temen. Masih suka grab mainan orang or pukul kalo ga suka. Ya, kemampuan tiap anak berbeda kali ya. 

Jojo juga mulai tahu huruf, mulai bisa bertanya dulu kalau mau melakukan sesuatu. Yah banyak lah perkembangan yang gue rasakan. Sampai, nyokap dan cici gue yang bukan pecinta metode HS or Monte bisa bilang Jojo berubah banget ya sejak sekolah. 

Mungkin kalo akademik dibandingkan sekolah lain, emang ga pesat. Tapi dari sisi karakternya berubah banget. Karena gurunya mungkin fokus di situ kali ya. Tapi untuk akademik, gue merasa mereka berkembang dengan cara mereka sendiri.  Yang pasti, Jojo itu tiap ke sekolah dan baru sampai gerbang bisa teriak - teriak kesenengan karena mau sekolah. "Yeayyy.. sekolahhh"

OMG itu doa gue waktu Jojo nangis2 terus gak mau sekolah dulu. Kapan ya Jojo bisa senang kalo sekolah. Sekarang akhirnya seneng banget mereka bisa suka sama sekolah.

Btw, temen gue yang anaknya uda Kindie ( TK B ), uda enak banget. Masa katanya uda ga perlu beli mainan. Kasih aja barang bekas, bisa disulap jadi macem - macem sama anaknya. Demen macem - macem. Kreatif banget kan? Wah, ga sabar menanti hari itu tiba. 



Tuesday, September 16, 2014

Hunting Preschool Bogor - Highscope Rancamaya Bogor

Akhirnya gue menyempatkan diri juga untuk menulis blog tentang Sekolah Jojo yang baru dan juga tempat kerja gue yang baru. Taraaaa... Dari judul di atas, uda pada tau lah ya Sekolah mana yang dimaksud. Preschool di Bogor.

Gue akan sedikit cerita tentang sekolah ini aja kali ya. Kalo cerita gimana Jojo bisa masuk sini dan kenapa gue bisa kerja disini, bisa dibaca di posting sebelumnya atau mungkin kalo gue niat, gue akan ceritakan di postingan berikutnya. Huehuehue.. Biar ga kecampur - campur..

Pertama kali denger tentang ini sekolah, di benak gue hanyalah sekolah mahal nan jauh disana. Gue tau sih di Jakarta juga ada. Tapi image tentang sekolah ini tetep sama. Sekolah internasional yang muahal dan sama seperti sekolah internasional lainnya.

Setelah gue kecemplung ke sekolah ini, ternyata gue uda salah paham dan salah besar tentang image gue tadi terhadap sekolah ini. Ini sekolah emang sangat beda dengan sekolah pada umumnya. Sekolah ini justru sekolah yang selalu ada di bayangan gue tentang sekolah idaman di kepala gue. Kalo yang suka baca postingan gue sebelom - sebelomnya, uda pada taulah ya idaman sekolah gue ya sekolah yang menggunakan metode montessori. Ternyata ini hampir sama. Tapi gue ga tao detil montessori selama ini. Jadi gue akan coba jelaskan HS ini bagaimana dan gimananya ya.

Highscope ini di Amrik sebenernya bukan nama sekolah. Tapi sebuah brain research center. Jadi sekitar tahun 1960an, ada seseorang yang gue ga apal namanya melakukan riset tentang otak manusia dari manusia itu ada di dalam perut. Ketemulah ternyata sistem pendidikan konvensional yang selama ini kita ketahui itu tidak bisa memaksimalkan seorang anak. Tidak bisa membawa masa depan yang cerah bagi seorang anak. Kenapa? Karena sistem pendidikan konvensional yang selama ini beredaran hanya melihat dari 2 sisi otak yaitu linguistik ( Baca dan tulis ) serta logic ( hitung ). Padahal setelah orang ini melakukan riset, dia menemukan ada 6 sisi otak lagi yang bisa dinilai,


Biar lebih gampang, gue sertakan sajalah ya picnya. Jadi ternyata otak kita bisa dilihat dari sekian banyak sisi. Nah kebayang kan kalo ternyata manusia itu tidak memiliki kepintaran di 2 sisi otak yang selama ini dinilai di sistem pendidikan konvensional, maka anak - anak itu akan disebut dengan anak nakal dan anak bodoh. Akhirnya mereka menjadi trouble maker, bahkan sering kita temui anak yang uda lulus kuliah, gak tau mau melanjutkan masa depannya kemana dan yang lebih parah yang uda kerja bertahun - tahun tetap masih belum menemukan apa passion dan kelebihannya. Kenapa? Karena manusia hanya mengejar nilai akademik tanpa tahu apa sebenernya potensi dan minat mereka.

Sebagai contohnya adalah gue sendiri. Gue merasa gue ini korban sistem pendidikan konvensional. Kalo dilihat dari gambar diatas, gue termasuk kategori kinestetik dan interpersonal. Duh, bagi gue nyiksaaa banget disuruh ngapalin buku segudang plus belajar fisika. Gue merasa setiap hari ke sekolah itu uda kek mau ke pembantaian. Makanya dari SD - SMU bisa dibilang, ada kali 1 - 2 bulan sekali pasti gue sakit perut lah, sakit gigi lah, sakit kepala lah atau sakit hati mungkin. Huehuee.. Kalo kata mak gue jaman dulu sih gue pemalas makanya pura - pura sakit. Padahal asli loh gue beneran sakit. Setelah gue baca - baca, ternyata itu adalah gejala stress pada anak. Bahkan yang lebih parah, dulu gue ada sinus. Setiap ujian, sinus gue itu kambuh. Meler deh hidung gue. Selain meler, perut gue juga selalu sakit. Pokoknya gue sangat ga menikmati masa sekolah banget deh. HUehuehue...

Nah kebetulan banget, anak gue brojol 2 langsung dan ternyata salah 1 nya mewarisi gen gue abis. Joanne itu asli kinestetik abissss.... Ini anak tuh ga bisa diemnya ga ketulungan. Tangannya ada aja ngoprak ngaprik ini itu. Bahkan guru - gurunya juga sering cerita tentang Joanne di kelas. Ampe pada geleng - geleng. hueheuhuee... Untunglah gue ketemu sama yang namanya Highscope. Jadi anak gue di kelas ga akan di cap bodoh, nakal atau lainnya.

Nah keuntungan di HS ini, ada yang namanya babysitter workshop dan parents workshop. Jadi baby sitter maupun parents di briefing per term ( 3 bulan ) tentang metode HS. Jadi di sekolah maupun di rumah, kita mempraktekkan aturan dan nilai - nilai yang sama. Kita dapet bonus bok bisa meng HS kan anak2 di rumah.

Seperti yang gue cerita di atas, Highscope ini di Amrik sebenernya hanyalah lembaga riset. Jadi highscope ini bukan kurikulum tapi metode. Di Amrik dan beberapa negara lainnya banyak yang buat sekolah beli licence metode Highscope juga. Hanya yang memakai nama sekolah Highscope hanya di Indonesia saja. Soalnya Highscope di Indonesia kan kurang tenar ya. Kalo di luar, uda pada tau HS itu ya brain research center.

Untuk kegiatan di sekolah, HS ini emang lama sekolahnya. Untuk Toddler ( 1,5 - 2,5 Tahun) sekolahnya senin - jumat, jem 09,00 - 12.00 dan preschool ( 2,5 - 5 tahun ) dari hari senin - jumat, jem 08,30 - 12,00. Kenapa lama begitu?
HS kan metode. Jadi sekolah mau buat habbit yang baik ke si anak. Kalo seandainya sekolahnya cuma bentar, ya tentu aja nilai - nilai yang bisa dibagikan kurang membekas. Uda gitu kalo sekolahnya selang seling alias seminggu cuma 3 kali, pasti ga akan ada perubahan signifikan di si anak. Soalnya hari ini belajar disiplin, eh besok seenak dewe lagi. Sama aja dong. Begitu lah kira2. Nah stress ga anak - anak? Tentu tidak. Soalnya HS itu asli bener - bener suasananya homy banget. Intinya sekolah itu cuma maen - maen. Makanya banyak yang bilang kalo mau sante, masuk aja highscope. Eitss.. tapi jangan salah., Ternyata maen - maennya mereka itu ga sembarangan maen. Semua maenannya ada nilai edukasinya. Uda gitu untuk kelas toddler, mereka menyediakan kasur di kelas. Jadi kalo sampe anaknya ngantuk, boleh banget tidur. Namanya juga masih toddler ya. Di maklumin sekali. Jadi anak - anak ga mungkin stress. Malah banyak anak - anak yang ga mau pulang kalo abis sekolah. Termasuk Jojo. Jadi kalo jem pulang sekolah, di sekolah itu masih ramai anak - anak berlarian di playground maupun di kelas.

Bahkan ada beberapa yang ortunya jemputnya pada telat. Kebetulan guru - guru di HS, pulang kerjanya jem 3 paling cepet. Jadi tenang aja anaknya ga mungkin terlantar. Huehueue.. Kalo sekolah lain, kan banyak yang gurunya katanya jem 1 aja uda bubar. Kalo telat jemput, bisa gaswat dah.

Nah pertama kali yang bikin gue naksir ama ni sekolah adalah playgroundnya...

Rumputnya hijau banget...

Semua mainan disini diimport langsung dari Amrik. Jadi sangat aman dan bahannya juga kuat banget


Ini dia yang bikin gue seneng ama sekolah ini. Mereka punya rumah pohon.. Wihhh seneng banget gue. Uda gitu sebenernya mereka juga punya planting gitu. Jadi lahan yang dijadikan tempat bercocok tanam. Anak - anak bisa praktek di tempat ini.


Untuk bahasa pengantar, mereka menggunakan bahasa Inggris. Cuma karena di toddler dan preschool masih banyak yang bisanya bahasa Indonesia, jadi gurunya masih campur - campur. Ya kalo ga, bisa bengong deh Jojo. Tapi penambahan kosakatanya sekarang uda lumayan bahasa Inggris Jojo. Hehe

Untuk harga, ternyata harganya sangat worth it banget. Harganya ga jauh beda sama sekolah yang gue incer di awal. Tapi sekolah montessori yang gue mau masuk, seminggu cuma 3x. Kalo ini tiap hari. Plus disini dapet makanan 1 hari 1x yang dimasak oleh chef hotel internasional. Masakannya juga ga pake MSG. Hampir setiap hari, gue diceritain ama missnya, anak gue nambah 2 - 3 kali kalo makan. HIHIHI.. Ga mau rugi banget ya. Karena gue karyawan disitu, jadi gue juga suka nyicip kan. Ih asli loh enak banget. Sekalipun ga pake MSG. Temen gue yang anaknya uda TK B disitu, dulunya ga suka makan sayur dan susah makan. Sekarang pemakan segala dan demen makan. huehueuehue..

Oh ya, beberapa kelebihan HS yang gue inget, gue coba jabarin lagi.. HS ini kan licence dari AMRIK, ternyata HS ini ga sembarang licence loh. Kalo sekolah lain kan hanya membeli kurikulum semisal kurikulum Singapore, Cambridge dll yang mereka olah sendiri dan selesai. Kalo HS itu, rutin si kepala HS Amrik dateng 1 - 2 tahun sekali ke Jakarta buat ngecek kualitas dan memberikan seminar - seminar updatean terbaru.. Nah kita cabang - cabang juga di cek oleh QC 3 bulan sekali dari Jakarta. Jadi yang di cek itu, mainan - mainan yang digunakan di kelas. Kalo ga sesuai standard bisa disuruh buang kali. huehuee.. Terus guru - gurunya juga di cek. Jadi gue pernah tuh ikut pas QC dateng. Gurunya disuruh pura - pura jadi murid, dan 1 guru mengajar mereka seolah - olah lagi di kelas. Jadi QC akan memberikan penilaian kepada guru - guru kita. Oh ya, untuk menjadi guru di HS, mereka harus ikut training dulu selama 1 bulan  di TB Simatupang (HS Pusat). Di akhir training, mereka akan ikut ujian. Kalo gagal, biasanya ya ga bisa lanjut jadi guru. Makanya standardnya bener - bener sangat terjaga. Bisa dibilang kualitas seluruh cabang hampir sama.

Bahkan saat ini kita dapet 2 murid limpahan dari HS pusat. Jadi mereka ga dapet kursi di pusat, akhirnya mereka dioper kesini dan mereka mau loh. Ada yang rumahnya di Cibubur, Pondok Indah dan dulu pernah dari Kelapa Gading. Ajaib banget kan?
Kalo kualitas di TB Simatupang mah ga usah di ragukan lagi lah ya. Banyak artis yang anaknya sekolah disono. Yang gue denger sih anaknya Mario Teguh, Arie Wibowo, Sofia Latjuba, Tukul, sama siapa lagi gitu. Banyak dah pokoknya.

Selain itu, kelebihannya juga di multi-agenya. Jadi keunikan HS ini 1 kelas beragam umur. Kalo preschool 2,5 - 5 tahun itu 1 kelas atau bisa juga disebut playgroup sampai TK A ada dalam 1 kelas. Sedangkan TK B - 1 SD digabung jadi 1 kelas. 2 SD - 3 SD, 4 SD - 5 SD dan kelas 6 SD sendiri karena mereka harus fokus menghadapi UAN. HS soalnya kan National Plus. Jadi masih harus UAN juga buat ngejar sertifikat nasionalnya. Hueheuhuee...

Kenapa harus multiage? Supaya murid - murid belajar leadership. Yang lebih tua ngajarin yang lebih muda. Alhasil murid - muridnya itu ga dikit - dikit nanya guru atau ortu gimana cara menyelesaikan masalah mereka. Tapi kakak kelasnya yang mengajarkan. Pokoknya mereka belajar kerja sama banget deh. Mereka melihat teman ga sebagai saingan tapi sebagai partner. Di HS juga ga ada score angka apalagi ranking - rankingan. Mereka juga ga ada lomba - lomba yang memperebutkan juara gitu. Pokoknya intinya mereka itu fokus menyelesaikan masalah. Bukan mengejar nilai yang terbaik.

Akibatnya, nanti kalo uda lulus kuliah, mereka - mereka ini bakal jadi orang - orang yang bisa memimpin dan bisa menyelesaikan masalah. Kalo jadi enterpreneur, mereka bisa banget. Jadi karyawan juga pasti menghasilkan. Coba deh perhatikan temen - temen kantor kita. Yang cepet naik jabatan itu yang bisa menyelesaikan masalah dan mencari solusi dengan cepat kan. Bukan yang lembur tiap ari, jago ngitung apalagi jago ngapal. So kepake banget untuk masa depannya.

Oh ya mereka juga ada toilet training. Jadi setiap kelas dilengkapi 1 wc untuk anak - anak.  Anak 0 anak diajarin buat pipis itu bilang. Bahkan sampai diajarin gimana cebok dll.. hueheuheue...

Untuk sertifikat SD, SMP, dan SMU mereka menerbitkan 2 macem sertifikat. 1 sertifikat dari DIKNAS, jadi kalo mau lanjut di sekolah swasta atau negeri tetep bisa. 1 lagi sertifikat Highscope yang berlaku di hampir seluruh negara. Diakui lah. Pernah ada beberapa yang keluar termasuk anaknya Mario Teguh katanya. Anaknya cuma sampai SMp disini. SMU lanjut di Aussie.

Duh panjang banget ya penjelasan gue. Soalnya gue merasa ini sekolah kok bagus begini, kaga ada yang tau ya. Terutama di Bogor. Kalo Jakarta sih ga usah ngomong lah ya. Rata - rata uda pada tau. Makanya waiting list terus sekolahnya. Buat di Bogor, sekolah ini sangattt recommended banget. Sekolah ini ada preschool dan SD nya.  Bukan karena gue kerja disini or Jojo sekolah disini. Tapi karena gue uda survey dan browsing gila - gilaan dulu tentang nih sekolah baru gue apply job dan masukin Jojo disini. Bahkan gue juga beli rumah deket itu sekolah biar lebih mudah pulang perginya. HUehuehue... Plus gue punya rencana jangka panjang buat sekolahin Jojo disitu. Either gue ga kerja disitupun mungkin. Tuhan berkati hambaMu ya.. Biar sanggup bayar disitu sampe SMU klo ada. Huehuehuee...


Friday, August 15, 2014

Ternyata...

Akhirnya Jumat datang.... Dari kemaren pengen ngeblog menceritakan banyak hal, tapi ga sempet - sempet. huhuhu....Sebenernya gue agak dilema mau menceritakan kisah retreat gue atau kisah ternyata gue. hehe.. Tapi akhirnya gue putuskan, gue gabung aja deh ceritanya.

TERNYATA...
Mungkin gue ga akan cerita sekolah apa yang akan JOJO masuk sekarang. Tapi gue cerita dulu kenapa gue akhirnya memutuskan masukin JOJO ke sekolah tersebut. Huehuehue.. Nanti gue ceritain kisah sekolah itu di postingan selanjutnya. Abis nanti orang browsing - browsing tentang sekolah itu, malah jadi absurd banget isinya alias gado - gado.. Hehehe

Jadi setelah gue memutuskan untuk menunda sekolah sampai tahun depan, tanpa terduga ada temen lama gue yang message gue di FB buat nawarin sebuah sekolah. Temen gue ini kebetulan kerja disono dan anaknya juga sekolah disono. Jadi dia tuh puas banget ceritanya ama tuh sekolah. Gue sih uda sering denger lah tentang sekolah itu, tapi gue ga tau apa isinya tuh sekolah. Bingung ya? heuehue.. Maksdnya gue cuma tau itu sekolah mahal dan keren. Tapi ga tau kerennya dimana. Gue kira itu hanya sekolah internasional biasa yang fasilitasnya keren banget. Jadi gue ga pernah berencana survey atau lirik - lirik itu sekolah. Ga pernah kepikiran banget. Seriously. Tapi begini kali ya namanya jodoh bisa datang kapan aja. Uda kek nyari suami aja ya. hehe...

Nah, setelah gue bilang oh gue rencana taun depan aja masukin anak - anak plus gue uda tau mau masukin Jojo kemana, temen gue uda ga nawarin lagi. Jadi dia cuma sekedar ngajakin. Jadi ceritanya kita ngobrol - ngobrol ringan aja. Eh pas lagi cerita - cerita, temen gue ini nanya mao kerja ga? Lagi ada loker nih di sekolah. Lumayan kan bisa antar jemput anak sekolah plus bisa kerja. Jadi selama anak sekolah juga bisa gue pantau sehari - harinya. Awalnya gue sempet banyak keraguan sih. Nih sekolah kek gimana ya wujud aslinya. Akhirnya gue survey langsung ke TKP. Tapi karena hari libur, jadinya gue ga sempet ikut trial.

Gue browsing sana sini dan gue sangat kaget kalo ternyata sekolah ini metodenya hampir sama seperti montessori. OMG... Jadi mereka juga tetep student oriented, dst2 nya gue jelasin di postingan berikutnyalah. Biar sekalian. Semakin gue mencari tahu, semakin gue naksir ama ini sekolah. Karena menurut gue, kelemahan - kelemahan yang ada di sekolah inceran gue sebelumnya, bisa dipenuhi semua di tempat ini.

So, akhirnya gue putuskan untuk apply aja lah. Toh belom tentu bisa keterima juga. Secara CV gue bisa dibilang uda kosong 5 tahun. HUehuehuee... Gue kira yang apply cuma gue, ternyata ada bbrp orang lainnya. Jadi gue uda berdoa aja dah. Terserah Tuhan. Kalo memang ini berkat yang sudah Tuhan sediakan, ya biar gue keterima. Kalo bukan, ya jangan sampai keterima. Tapi ternyata akhirnya gue diterima dan tarraa... So, gue kerja lagi sodara - sodara.. huehuehue...

Kebetulan concern gue selama ini memang bidang pendidikan, dan gue emang suka yang namanya sharing. Apalagi sharing tentang sesuatu yang menurut gue bagus. Jadi gue sangat enjoy dengan pekerjaan ini sepertinya. Soalnya ya ga kayak kerja. Toh sehari - hari gue emang suka sharing dan mencari tahu tentang apa yang gue suka. Moga - moga betah terus ya sampai Jojo lulus sekolah disono. huehuehue...

Sekolahnya apa, nanti ya menyusul.. hihihi....


RETREAT MAJALAH PEARL

Kemaren gue sempet singgung - singgung masalah retreat kan. Jadi ceritanya majalah Pearl untuk pertama kalinya mengadakan retreat khusus wanita. Blogger - blogger yang mengikuti blognya ci Lia, Ci Shinta, ci Nelly dan FB ci Grace, pasti tahu dan kepengen banget lah ya ikutin retreat ini. Secara Majalah ini sangat banyak memberkati kita semua termasuk gue. Ada satu waktu dalam hidup gue, saat gue down, beberapa dari mereka sangat memberkati gue. Mereka berkontribusi dalam hidup gue tanpa mereka sadari lah pokoknya.  Makanya pas gue tahu ada retreat ini, langsunglah gue semangat buat ngikut sekalipun kaga ada temen yang gue kenal. Yah adalah beberapa yang cuma kenal dari dunia maya. Itupun ga pernah ketemu. Cuma liat foto - fotonya aja. Jadi lucu banget. Acara itu uda kek kopdar versi besar. Pas ketemuan.. oh ternyata dia tuh begini ya, begitu ya, beda banget sama foto. Uda gitu ternyata ada salah 1 pesertanya yang gue sangat familiar. Ternyata dia anak mantan bos gue dulu. huehuehue... dunia begitu sempit ya sodara - sodara.

Retreat kali ini juga sangatttt memberkati gue. Gue tuh kek dibukain banyak hal yang selama ini ga pernah terpikirkan, Jadi dapet pencerahan gitu. Retreat ini beda sama ret2 pemulihan. Jadi kita bener - bener sifatnya santai dan mendengarkan sharing perjalanan hidup ci Nelly dan ko Gideon (pembicara kita) serta nilai - nilai hidup yang sangat berharga banget deh. So, buat pembaca majalah Pearl yang belom ikutan, wajibb banget deh ikutan kalo sampe ada lagi.

Selain isinya yang sangat memberkati, kita juga jadi punya teman - teman yang sangat luarrr biasa.. Wow, I'm so blessed banget. Gegara gue sibuk kerja seminggu ini, gue ga sempet ikutan ngobrol di grup WA. Padahal pengen banget. Cuma sempet baca - bacain sekilas aja.

Ya sedikit tentang majalah Pearl. Mungkin edisi majalah Pearl berikutnya bakal banyak bahas tentang retreat ini. So, silahkan baca langsung majalah ini kalo mao tau detil ret2 ini.. hehe...

Tuesday, August 5, 2014

Thanks God...

Uda lama ga ngeblog, sampai bingung mau nulis darimana. Milih judul aja butuh waktu semaleman. hehe..
Akhirnya gue putuskan cerita berkat - berkat yang gue alamin aja beberapa waktu gue menghilang ini deh.

Pertama - tama, gue mao bilang Thankss Godd banget karena kehadiran JOJO. Gue bener - bener ga nyangka Tuhan kasih gue 2 anak sekaligus, tapi Tuhan juga ga lupa menyisipkan bonus - bonus yang luar biasa. Pertama, setelah gue inget - inget, gue baru sadar Jojo ini dari bayi bukan anak2 yang cengeng. Jarang nangis lebay. Kalo sampe nangis juga paling 5 - 10 menit (nangis paling lebaynya) itu juga jarangg banget. Kalo jatoh, berdarah, kejedok juga ga nangis. Kecuali sampe yang parah banget ya. Itu sih gue aja yang uda gede, kadang kalo kejedot atau terluka yang parah banget, keluar air mata ini tanpa sadar. *mak cengeng.. hehe

Nah masalah pernangisan ini, gue baru menyadari banget - banget gara - gara Jojo sakit. Uda lamaa banget Jojo itu ga pernah demam, sampe gue lupa apa rasanya mereka demam. Kalo batpil sih kadang - kadang emang masih suka ya. Tapi kalo demam uda lama gak pernah. Kebetulan kali ini yang sakit Joanne. Tiba - tiba di suatu pagi, tepatnya jam 5 pagi Joanne bangunin gue. Dia bilang mau pipis. Terus gue anter deh ke WC. Sampai di WC, pas lagi pipis Joanne bilang "ma, panas.."  Gue bingung aja kan. Kok subuh - subuh dingin begindang dia bilang panas. Gue pegang aja deh kepalanya. Eh bener aje ternyata kepalanya itu super duper panas. Gue kasih ceplok telor keknya bisa setengah mateng. Akhinya gue ajak turun ke bawah. Gue ukur suhu tubuhnya dan bener aja uda 39 derajat. weww.. Langsung deh kasih T*mpra.. Setau gue, namanya anak kecil itu kalo sakit kan rewel, nangis - nangis etc2 ya.. Ini mah bener2 anteng banget. Nangis gak, minta gendong pun tidak. Turun tangga juga turun sendiri. Sampai bangku, naik sendiri duduk manis nunggu dikasih obat. Uda gitu minum air putih yang banyak, naik ke atas juga ga di gendong. Sampai kamar gue suruh tidur lagi, tidur doi dengan anteng,

Jem 7an gitu, Joanne bangun lagi, terus keluar kamar sendiri manggil popohnya bilang mau pup.. Sampai di atas, ternyata Joanne uda keburu pup. Tapi di WC. Masih kena celananya sih. Tapi dia itu ternyata bangun tidur buru - buru keluar karena takut pup di kasur. Jadi inisiatif buru - buru lari ke wc. Ternyata diare die.. wew...

Seharian Joanne sakit, 4 jam sekali naik turun 39. Tiap minum obat, ga lama seger. Maen sana sini.. Nanti menjelang obatnya mau abis, langsung lemes tidur - tiduran dan begitu seterusnya. Tapi yang gue takjub ama nih bocah, dikasih makan tetap mau. Walopun dia ga napsu, dia masih usahain buat ada makanan yang dimakan. Minum juga banyak. Duh asli beneran amat ga nyusahin sama sekali anak ini. Gue ampe terharu sendiri, kok bisa ya ini anak umur 2 tahun 7 bulan tapi uda bisa sangat pengertian kayak begini. Biasanya kan anak kecil tuh rewelnya ampun - ampunan kalo lagi sakit.

Akhirnya keesokan harinya yaitu hari ini, Joanne uda sembuh. Uda ga naik turun lagi panasnya. Cuma tadi pagi masih anget dikit sih. Tapi uda ga panas setengah mateng lagi. Thanks God banget, Tuhan uda kirimkan bocah2 menggemaskan ini.

Oh ya, sedikit cerita Joyce. Joyce ga sakit sih. Cuma sejujurnya Joyce ini kalo sakit lebih rewel dan nemplok sama maknya. Tapi tetap masih ga menyusahkan bagi gue sih. Ya iyalah anak sendiri. heuehue.. Cuma yang gue salut, selama Joanne sakit, Joyce ini ga sirik gue fokus ke Joanne. Joyce malah bisa main sendiri, sibuk sendiri bahkan sesekali memeluk adiknya atau sekedar ngelus - ngelus doang. Walo gue uda sering teriak " Joycee.. jangan deket - deket terus. Nanti kamu ketularan.. "

Tapi apa daya ya, gue juga ga tega memisahkan mereka seperti itu. huahuahua...

Sejujurnya kenapa gue takut Joyce ketularan, karena Jumat ini gue mau ikut retreat yang diadakan majalah Pearl. Kumpulan para blogger2 juga tuh. hehe... Gue uda doa ama TUhan.. duh Tuhannn... jangan sampai Joyce juga sakit... aku mau ikutan retreeattt... huhuhuhuhu...
Jadi tolong bantu doa ya teman2, supaya Jojo sembuh total dan daku bisa kabur ikutan ret2.. hehehe...

TENTANG SEKOLAH 

Berkat berikutnya adalah mengenai sekolah. Duh, tetep ya omongan gue ga jauh - jauh selalu tentang sekolah. ....dannn blog gue ke depan depan depan nya bakal semakin banyak ngomongin sekolah.. hihihi.. mengapa oh mengapa? karena... Nanti abis gue beres cerita juga pasti bakal pada tau alasannya.. :D

Jadi selama kegalauan gue berbulan - bulan, bertahun - tahun mengenai persekolahan ini, akhirnya gue mendapatkan jawabannya dengan cara yang ajaib dan luar biasa sodarah sodarah... Jadi gini ceritanya.

Dari jaman gue hamil, gue sempet denger - denger tentang montessori. Gue uda naksir banget dan gue uda yakin 1000% Jojo bakal sekolah yang beraliran montessori ini. Kenapa? Karena gue merasa gue adalah korban pendidikan konvensional. Pendidikan yang gak mendorong kreatifitas seseorang dan mematikan pontensi orang. Huehuee.. keknya dendam banget ya gue ama sekolah. Asli loh jaman gue sekolah itu, gue amat tersiksa. Tiap sekolah gue merasa kek mau dibawa ke tempat pembantaian. *lebay
Tiap minggu ujian, energy drink uda jadi dopping gue. Tiap di kelas pas ujian, perut gue selalu sakit karena tegang dan stress. Itulah yang membuat gue kalo ujian hampir selalu paling cepet keluar kelas. Orang pada mikir nih orang genius banget. Padahal mah sakit perut gue makk.. hehehehe

Yah itulah sedikit alasan gue naksir sama metode monte. Jadi metode ini lebih ke student oriented. Semua orang ga dipaksa mempelajari hal yang sama dalam waktu yang sama. Tapi disesuaikand dengan potensi si anak. Nah kebetulan banget pas gue lagi hamil, tiba - tiba berdirilah sebuah sekolah dengan unsur2 montessori deket rumah gue. Uda gue sering bahas di belakang - belakang mengenai sekolah ini. Gue uda naksir berat dan amat sangat yakin nanti mau masukin ke situ. Uda sempet trial class juga, uda browsing, tanya sana sini dan uda tau plus minusnya. Ada beberapa minus yang sejujurnya sangat gue sayangkan sih. Tapi gue mau tutup mata aja rencananya. :D

Salah satu minusnya sekolah itu, sekolahnya ini kecil dan fasilitas ga terlalu banyak. Tanah juga terbatas, jadi ga mungkin di besarin ke kiri dan kanan lagi. Nah mereka cuma ada 3 kelas. Toddler, lower dan upper. Karena Jojo lahir di Desember, dan gue rencana ga mau nyolong umur alias Jojo bakal ketuaan di kelas, jadilah gue mikir nanti aja 3,5 tahun baru mulai sekolah. Soalnya kalo dari 2,5 tahun sekolah berarti Jojo harus 2 tahun di kelas toddler. Gue liat kelasnya kecil, fasilitas kecil. Mao ngapain aja 2 taun di kelas itu. Mana bayarnya juga gak murah + 2 anak pula sodara2. Jadi gue tahan dulu.

Tapi waktu itu, Jojo punya 1 kebiasaan buruk. Jojo itu seperti yang gue ceritakan sebelum - belumnya, Jojo suka mukul anak orang.. huuaaa (nangis di pojokan). Sebenernya sih bukan mukul karena jahat ya. Jojo itu suka gemes kalo liat anak kecil. Jadi dipeluk, di cubit pipinya, dll. Kalo anaknya ga mau dan memberontak, jadilah dipaksa dan di cakar dan lain dan lain. Duh agresif sekali ini Jojo. Makanya gue rencana mau sekolahin, siapa tau gurunya galak Jojo jadi takut.. *cari jalan pintas.. Yah alasan klisenya mah biar belajar sosialisasi lah.. hehehe

Selain itu, di Rumah gue, ga ada outdoor playground. Jadi ya kerjanya di rumahhh terus. Sesekali ke mall tapi tetep indoor judulnya. Makanya gue pikir, apa gue sekolahin deket rumah aja ya. Keknya gue pernah cerita juga. Intinya ada sekolah deket rumah gue (TK gue dl) yang outdoor playgroundnya besar + rumput - rumput pulak.. Kebetulan mereka ada kelas dari 2,5 tahun.. Harganya murah pulak. Jadi gue pikir, gue mau masukin sekolah itu 1 - 2 tahun, baru gue masukin ke sekolah monte..

Akhirnya, tibalah hari dimana gue berjalan menuju sekolah itu. Uda siap banget mau daftar. Eh eh eh kok di perjalanan perasaan gue amat sangatt tidak damai sejahtera. Keknya Tuhan larang gitu. Entah apa alasannya. Akhirnya gue bilang deh ama Tuhan, kalo memang ga boleh, libur aja ya Tuhan sekolahnya.. Jangan sampe salah langkah. Gue paling takut mengambil keputusan yang bukan dari Tuhan.. Eh ternyata beneran aja sekolahnya libur sodarah2.. Gue pergi ama cici gue.. Ampe cici gue cemberut karena kesel sekolahnya libur.. wkwwk... Aneh bin ajaib yah..

Akhirnya gue memutuskan ga jadi deh gue daftarin. Berarti emang belom boleh sekolah. Sampai di rumah, gue tanya sama Tuhan. Kenapa Tuhan ga boleh sekolah disitu. Eh jangan pada bingung ya. Gue emang dari dulu suka ngobrol ama Tuhan kek gini. kekekekek... Pas dapet suami juga kek gini. Jadi jangan herann.. heuheuheue...

Saat itu gue dapet hikmatnya gini. Kalo sekolah hanya untuk benerin anak dari kebiasaan buruk, apa kamu yakin anak2 makin membaik? Di sekolah akan banyak anak - anak kecil yang mungkin jauh lebih 'ajaib'. Kalo sampe Jojo bukannya berubah lebih baik, eh malah semakin kacau karena menyerap lingkungannya gimana? Justru kita harus sekolahin, kalo kita yakin anak - anak kita uda punya kebiasaan baik dan tau itu salah. Iya juga ya.. Pas gue perhatiin di mall atau di tempat main. Anak - anak seumuran Jojo banyak yang jauh lebih 'ajaib'.. Pas main perosotan, Jojo lagi mau nyerodot, tiba2 ada anak kecil yang maen tendang supaya Jojo cepet turunnya,, astajimm... Pas lagi ke playground, gue liat sepatu berserakan di lantai, hanya Jojo yang lepas, taro di rak yang di sediakan. Jadi itu rak cuma isi sepatu JOJO.. heuheuehue.. Padahal gue ga nemenin mereka ke Playgroundnya. Jadi Jojo lepas sepatu sendiri.

Terus melihat anak - anak lain yang begitu 'liar', gue jadi mengerti apa maksdnya ini. 3 tahun pertama, anak - anak itu sangat cepet menyerap lingkungannya. Jadi milih sekolah, juga penting melihat lingkungan sekitarnya. Habbit murid - murid dan nilai - nilai yang diajarkan sekolah seperti apa. Kayaknya kalo pake metode galak, guru marah2, justru semakin banyak anak 'nakal' bermunculan ya..

Jadi gue putuskan gue tunda saja lah sampai tahun depan. Mungkin memang belum waktunya.. Setelah beberapa bulan keputusan gue itu,, ternyata oh ternyata Tuhan berencana lain. Ternyata memang gue harus sekolahin tahun ini. Ternyata dan ternyata.. Pokoknya banyak ternyatanya deh yang bikin gue terkagum - kagum.

Cerita ternyatanya ini, gue sambung ke hari lain pas gue uda resmi join ke sekolah itu deh. Soalnya sebelum resmi, takut ternyata gak jadi.. hihihi... Jadi to be continue ya sodara2.. Gue cicil dulu cerita pembukaannya disini.. Ke sekolah manakah gue akhirnya dan gimana akhirnya kok bisa jadi sekolah tahun ini.. xixixi....

Note : yang uda tau ceritanya, simpan di dalam hati aja ya.. Malu kalo ga jadi.. wkwkwkwk

Saturday, April 19, 2014

Sudut pandang lain kisah memilukan itu

Kali ini gue mao ikutan komentar tentang kasus bocah TK internasional yang disodomi itu. Uda pada tau lah ya? Secara banyak blogger yang uda pada ngangkat cerita ini. Waktu gue denger cerita (belom baca sendiri secara detil) dari sana sini, asli gue shock banget dan merinding ( belum sampai nangis). Sampai akhirnya gue penasaran dan akhirnya gue baca sendiri kisahnya secara detil lewat detik. OMG, gue ampe nangis berlinangan air mata saat baca kisahnya. Apalagi pas ngebaca kalimat2 korban anak TK itu. Duh, gue ga kebayang kalo jadi mamanya itu gimana rasanya. Kita aja yang bukan mamanya rasanya pengen hajar - hajarin si pelaku kalo bisa.

Sumpah serapah dan kutukan - kutukan kepada si pelakupun gue baca dimana2. Jujur aja, gue sendiri pun mulai memikirkan hukuman apa yang paling sadis buat membayar dosa si pelaku. Tapi tiba - tiba gue penasaran dan terlintas sebuah pikiran "jangan - jangan para pelaku ini juga adalah korban seperti anak TK itu waktu kecilnya".

Gue pernah baca kebanyakan (ga semua), pelaku kekerasan seksual pada anak kecil atau sesama jenis adalah korban pelecehan juga semasa kecilnya. Jadi ibaratnya si anak TK korban itu karena sakit hati, pas besarnya juga melakukan hal yang sama terhadap anak kecil lain. Amit2... toktoktok.. Jangan sampe ya. Tapi maksudnya gue, jangan2 para pelaku itu adalah korban juga. Ngerti kan maksdnya?

Kenapa gue bisa bilang gini? Ada banyak kasus yang pernah gue denger yang korban or pelakunya adalah orang yang gue kenal. Jadi gue punya seorang kenalan yang sudah berumur 60 atau 70 tahun kali ya. Sebut saja bapak Burita (bukan nama sebenarnya). Jadi bapak ini punya seorang istri dan juga punya beberapa anak. Tapi suatu hari sang istri menemukan kalau suaminya itu berhubungan dengan sesama jenis.

Sejak saat itu, suami istri ini pisah ranjang. Walaupun ga cerai dan tetap tinggal dalam 1 rumah selama berpuluh - puluh tahun. Bapak Burita ini asli uda bikin keki sekeki kekinya terhadap sang istri. Soalnya Bapak Burita sering kepergok maen gila sama tetangga (sesama pria). Incerannya adalah abang2 muda yang umurnya mungkin baru belasan or 20an tahun. Mereka dikasih duit dan disuruh untuk melayani si bapak Burita ini. Pokoknya uda sangat terkenal lah.

Selidik demi selidik ternyata waktu kecilnya dia pernah dibawa pergi tinggal di sebuah pedalaman. Sendirian. Tanpa orang tua. Nah, saat itulah kita ga tau apa yang terjadi disana. Desas desus mengatakan, bapak Burita ini pernah mendapat perlakuan tidak senonoh disana. Waktu itu umurnya masih sangat muda dan cukup lama tinggal disitu.

Begitu gue baca dan telusuri berita tentang ke2 pelaku yang sudah tertangkap. Salah 1 pelaku ternyata juga pernah tinggal terpisah dari orang tua. Dia tinggal sama neneknya dan disitu katanya masa kecilnya biasa aja. Tapi siapa yang tahu? Namanya jauh sama orang tua dan kita gak tahu disitu dia tinggal sama siapa aja, seberapa care neneknya sama dia. Who knows?

Yang pasti gue ga mau ikutan mengutuk para pelaku, karena gue ga tau apa masa lalu dari para pelaku. Jangan - jangan mereka juga pernah  mendapat perlakuan yang jauh lebih keji tanpa ada pembelaan bertahun - tahun.

Kalo korban anak TK ini punya mama yang begitu baik dan begitu perduli sama anaknya. Berita ini terekspos dan banyak dari lembaga sana sini yang mau perduli sama mental si korban. Kalo mamanya punya duit banyak dan bisa mengantarkan anak ini berobat dan ke psikolog sehingga korban masih bisa di therapy. Mungkin keadaan jauh lebih parah dialami sama para pelaku. Kita gak ada yang tahu. Maka jadilah mereka pribadi yang sakit hati dan sakit jiwa. Akhirnya mereka melampiaskan kepada anak kecil lainnya.

Tapi ada kemungkinan juga seseorang yang punya nafsu berlebih tapi tidak bisa menyalurkannya kepada wanita karena minder atau tidak punya uang. Kalo kisahnya kayak begini, asli gue ga bisa kasian sama pelaku. Ini sih jahat sekali. Tapi tetep gue ga mau menghakimi para pelaku, karena gue percaya itu bukan tugas kita.

Nah, menurut gue apa solusinya? Solusi mengenai private parts, gue setuju banget. Kita harus memperkenalkan itu sama anak2 kita sedini mungkin. Tapi menurut gue, peran pemerintah juga cukup penting. Kayaknya kita uda kudu sangat wajib ketat sama yang namanya KB. Jangan sampai orang uda ga mampu, punya banyak anak, dan anak - anak mereka ga dididik dengan benar, ga dirawat dengan benar, di biar - biarin hidup di jalan. Tau sendiri lah ya di jalanan itu pasti banyak para manusia - manusia jahat yang suka memerkosa anak kecil. Akhirnya mereka jadi korban dan mereka jadi pelaku. Rantai ini terus berputar dan semakin lama semakin besar.

Selain itu, kita juga harus gencar sama yang namanya pendidikan. Kemaren waktu pemilihan caleg, gue sejujurnya sangat concern sama orang2 expert di bidang pendidikan. Makanya gue sangat berharap, presiden yang terpilih nanti, mau memilih bapak Anies Baswedan sebagai menteri pendidikan. Tentunya presiden yang kita pilih, harus yang anti korupsi, yang mau pake orang - orang profesional dan expert di bidangnya buat mengisi kursi2 kementrian. Jadi negara kita bener - bener dikelola. Bukan bagi kursi dan kekuasaan hanya berdasarkan partai. Duh, gue jadi kampanye lagi kan? heuheue...

Terakhir, jangan lupa buat kita nanti nyoblos presiden yang bener - bener mao mimpin negara ini pake hati, jujur ya. Jangan sampe salah milih. Uda cukup deh negara kita dipimpin secara autopilot selama ini. Makin lama moral masyarakat makin hancur karena tidak didukung pendidikan yang bermutu dan permasalahan - permasalahan lainnya.

Jangan golput please. Karena dengan golput, mungkin malah membantu capres2 tidak bermutu itu semakin besar kemungkinan menangnya dan akhirnya tujuan mereka buat jadi presiden untuk membayar hutang2 usahanya berhasil.. *sigh